10 Hal Yang Tidak Bisa Dilakukan Tuhan

25 06 2009

1. Berhenti mencintaimu.
“Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Yeremiah 31:3.

2. Berhenti memikirkanmu.
“Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.” Mazmur 139:17-18

3. Meninggalkanmu.
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Ulangan 31:6

4. Membuatmu jadi pecundang.
“Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” 2 Korintus 2:14

5. Mengingat kesalahanmu.
“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Yesaya 43:25

6. Ingkar janji.
“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.” Mazmur 89:34

7. Diskriminatif.
“Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” Kisah Para Rasul 10:34-35

8. Berdosa.
“Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Yesaya 6:3

9. Tidak mampu.
“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!” Yeremia 32:17

10. Lelah.
“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.” Yesaya 40:28.





Singa Bule

18 06 2009

singa_bule1





Bagaimana menari di bawah hujan?

11 06 2009

Saat itu adalah pagi yang sibuk, sekitar jam 8.30, ketika seorang pria lanjut usia yang berumur sekitar 80-an datang untuk membuka jahitan luka di jempol tangannya.

Ia berkata bahwa ia sedang terburu-buru karena ia ada janji pada jam 9.00 pagi. Saya memeriksa kesehatannya dan mempersilakan dia duduk, dan saya tahu bahwa hal itu akan selesai satu jam sebelum seseorang dapat bertemu dengannya. Saya memandang pria ini sedang melihat arlojinya dan saya memutuskan, karena saya tidak sibuk dengan pasien lain, saya akan memeriksa lukanya. Pada waktu pemeriksaan, luka itu telah sembuh benar, sehingga saya memanggil salah seorang dokter untuk menanganinya. Saya mengambil perlengkapan yang diperlukan untuk membuka jahitannya dan membebat lukanya.

Sementara mengurus lukanya, saya bertanya kepadanya apakah ia akan ketemu dokter lain pada pagi ini, sehingga ia terburu-buru. Pria ini berkata kepada saya bahwa ia harus pergi ke rumah jompo untuk sarapan pagi bersama isterinya. Ia berkata bahwa isterinya sudah ada di sana selama beberapa waktu dan isterinya itu terkena penyakit Alzheimer.

Ketika ngobrol, saya bertanya apakah isterinya akan marah apabila ia datang terlambat. Ia menjawab bahwa isterinya sudah tidak lagi mengenalinya, ia sudah tidak mengenalinya selama lima tahun terakhir ini.

Saya terkejut dan bertanya kepadanya, “Dan apakah anda masih datang setiap pagi, meskipun isteri anda sudah tidak mengenali anda lagi?”

Ia tersenyum, menepuk tangan saya dan berkata, “Ia memang tidak mengenali saya lagi, tetapi saya masih mengenali siapa dia.” Saya harus menahan derai air mata saya ketika pria itu pergi, tangan saya bergetar, dan berpikir, “Inilah jenis kasih yang saya dambakan dalam hidup saya.”

rain_danceKasih sejati bukanlah soal cinta badaniah, bukan juga soal cinta yang romantis. Kasih sejati adalah menerima semua yang ada, yang telah ada, yang akan ada, dan yang tidak akan ada. Dengan segala rupa lelucon dan kesenangan dalam email yang kita kirim, kadang-kadang ada satu email yang datang dengan pesan yang penting. Inilah yang saya pikir yang akan saya bagikan dengan anda:

“Orang-orang paling bahagia tidak perlu harus memiliki segala yang terbaik; Mereka hanya membuat yang terbaik dari segala sesuatu yang mereka miliki.”

Saya berharap anda akan membagikan hal ini dengan seseorang yang anda sayangi. Saya baru saja melakukannya. “Hidup ini bukan hanya soal bagaimana bertahan ketika badai menerpa, namun juga bagaimana kita bisa menari di bawah hujan.” (Sumber: Sherly Kristamuljana)





Selamat Ulang Tahun Papa (… dan Mama)

5 06 2009

Papa,

Selamat ulang tahun

Happy birthday

Gelukkige verjaardag

生日快樂 (Sheng ri kuai le)

Joyeux anniversaire

जन्मदिन मुबारक हो (Janmadina mubārak ho)

Feliz cumpleaños

お誕生日おめでとうございます (Otanjōbi omedetō gozaimasu)

Eeits, hampir lupa… Selamat Ulang Tahun Pernikahan juga untuk Papa & Mama