Fax dari Tuhan

30 07 2009

Untuk: KAU
Tanggal: HARI INI
Dari: TUHAN
Perihal: KAU SENDIRI
Referensi: HIDUP

Ini Tuhan.

Hari ini Saya akan menangani semua masalahmu.

Saya tidak perlu bantuan.

Jadi selamat menikmati hari-mu.

Aku mengasihimu.

P.S. Ingatlah…
Kalau hidupmu seringkali terasa sulit, jangan coba mengatasinya sendiri! Serahkan pada Tuhan. Saya akan segera menanganinya. Semua akan diselesaikan tepat pada waktunya, waktuKu, bukan waktumu.

Bila sudah kau serahkan padaKu, jangan lagi merisaukannya. Bersyukurlah atas segala berkat yang kau terima.

Kalau kau stress karena kemacetan lalu lintas, ingatlah mereka yang bahkan naik mobil umum pun merupakan suatu kemewahan.

Kalau kau kesal dengan pekerjaanmu di kantor, ingatlah mereka yang di PHK atau bertahun-tahun menganggur.

Kalau hubungan kasihmu memburuk, ingatlah mereka yang tidak pernah mencintai dan dicintai di dunia ini.

Kalau kau letih di akhir minggu, ingatlah mereka yang harus kerja 20 jam sehari, 7 hari seminggu untuk mendapatkan sesuap nasi.

Kalau kau kesal karena mobilmu rusak, ingatlah para penyandang cacat yang ingin sekali dapat berjalan sepertimu.

Kalau kau sedih karena mulai beruban, ingatlah penderita kanker yang di-chemo yang ingin mempunyai rambut sepertimu.

Kalau kau bingung akan arti hidupmu, berterima-kasihlah karena masih diberi nafas kehidupan.

Kalau kau menjadi korban iri hati, kesombongan, kejahatan orang lain, ingatlah ada yang lebih buruk; yaitu menjadi sumber kejahatan itu.

Kalau kau mau memberitakan kabar baik ini. Terima kasih. Kau telah ikut menyelamatkan mereka melalui cara yang tak engkau ketahui.

Iklan




57 sen

24 07 2009

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena “sudah terlalu penuh”. Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis, “Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu” kata si gadis kecil.

Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaan nya, sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus.

Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu, si gadis kecil “berkawan” dengan sang pastur. Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah.

Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya: “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu”

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia.

Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.

Namun ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus-menerus. Sampai akhirnya seorang pengembang real-estate membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton).

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu-ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus-ratus (yah, beratus-ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu.

Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis keci miskin itu, yaitu pastor DR. Russel H.Conwell penulis buku “Acres of Diamonds”.





Bau Hujan

18 07 2009

Angin dingin bulan Maret menari mengitari malam di Dallas, saat seorang dokter berjalan memasuki suatu ruang kecil di rumah sakit dimana Diana Blessing berada.

Diana masih lemah akibat operasinya. David, suaminya, memegang tangannya untuk menguatkan diri mendengar kabar terbaru. Sore itu, tanggal 10 Maret 1991, komplikasi telah memaksa Diana yang baru 24 minggu hamil untuk menjalani operasi cesar demi melahirkan Danae Lu Blessing. Dengan panjang 12 inci dan berat hanya 1 pon 9 ons, mereka tahu bahwa Danae dalam kondisi prematur yang sangat riskan. Kata-kata dari dokter tersebut yang lembut, tetap saja terdengar layaknya sebuah bom jatuh.

“Saya tidak yakin si kecil dapat bertahan” kata dokter tersebut selembut mungkin. “Cuma ada sepuluh persen peluang untuk si kecil bisa hidup melewati malam ini, bahkan jika ia berhasil melewatinya, masa depannya akan merupakan hal yang sangat kejam baginya.”

Terdiam kaku karena tidak percaya, David dan Diana hanya mendengar dokter itu menjelaskan masalah demi masalah yang benar-benar serius yang akan dihadapi Danae jika dia bisa bertahan. “Ia takkan pernah bisa berjalan, berbicara, kemungkinan akan buta dan ia cenderung akan menghadapi kondisi yang amat berbahaya dari kelumpuhan karena otak yang luka sampai keterbelakangan mental total.”

“Tidak! tidak! tidak!” cuma itu yang bisa dikatakan Diana. Ia dan David serta anak lelaki mereka Dustin yang berumur 5 tahun telah lama mengimpikan hari dimana mereka akan punya seorang anak perempuan yang akan membuat mereka menjadi suatu keluarga yang terdiri dari empat orang. Sekarang dalam sekejap saja impian itu seakan sirna.

Dengan bantuan peralatan medis, Danae yang terancam hidupnya bisa bertahan dan melewati hari-hari kritis pertama. Tetapi saat hari-hari pertama itu terlalui, satu lagi penderitaan baru muncul pada David dan Diana. Karena sistem saraf Danae yang masih “mentah”, ciuman yang sangat lembut ataupun elusan sayang hanya memperhebat ketidaknyamanannya, jadi mereka bahkan tidak dapat meninabobokan bayi perempuan kecil mereka di dada mereka dalam memberikan kekuatan cinta mereka.

Semua yang dapat mereka lakukan sementara Danae berjuang sendiri di bawah sinar ultraviolet dan terhubung berbagai selang dan kabel adalah berdoa agar Tuhan mau tinggal dekat si gadis kecil yang berharga bagi mereka itu. Tak pernah ada saat dimana Danae tiba-tiba tumbuh lebih kuat. Tapi setelah beberapa minggu berlalu, ia perlahan-perlahan menambah berat badan 1 ons dan sedikit tenaga.

Akhirnya, ketika Danae memasuki usia 12 bulan, orang tuanya sudah dapat memegangnya dalam tangan mereka untuk yang pertama kalinya. Dan 12 bulan kemudian, sekalipun dokter terus mengatakan dengan lembut tapi dengan teguh memperingatkan bahwa peluangnya bertahan dan hidup dengan kehidupan yang normal hampir nol persen, Danae keluar rumah sakit dan pulang ke rumah seperti yang diangankan ibunya.

Lima tahun kemudian, Danae menjadi gadis kecil mungil namun lincah dengan mata abu-abunya yang bercahaya dan sukacita besar yang tak terhilangkan dalam hidupnya. Sama sekali tidak menunjukkan keterbelakangan fisik atau mental. Sederhananya, ia seperti layaknya seorang gadis kecil normal bahkan lebih baik lagi.

Tetapi akhir bahagia ini jauh dari akhir ceritanya. Suatu sore yang panas sekali di musim panas tahun 1996, di dekat rumahnya di Irving, Texas, Danae sedang duduk di pangkuan ibunya di tempat duduk terbuka di stadion lokal tempat tim baseball kakaknya, Dustin sedang latihan.

Seperti yang selalu Danae lakukan, ia bercakap tak henti-hentinya dengan ibunya dan beberapa orang dewasa yang sedang duduk di dekatnya tetapi kemudian Danae tiba-tiba terdiam.

Mendekap dadanya yang mungil dengan kedua tangannya, Danae kecil bertanya “Apakah ibu menciumnya?” Menghirup udara dan mengetahui akan datangnya hujan deras, ibunya menjawab, “Ya, baunya seperti mau hujan.”

Danae menutup matanya dan bertanya lagi, “Apakah kamu menciumnya?”
Sekali lagi, ibunya menjawab, “Ya, sepertinya kita akan basah, baunya seperti akan hujan.”
Masih mengejar hal itu, Danae menggelengkan kepalanya, menepuk-nepukkan bahunya yang kurus dengan tangan-tangannya yang mungil dan kemudian memberitahukan dengan suara yang kuat, “Tidak, itu baunya seperti Dia. Baunya seperti Tuhan saat kamu menaruh kepalamu di dada-Nya.”

Air mata Diana berlinang mengaburkan matanya saat Danae melompat turun dari pangkuannya dengan gembira untuk bermain dengan anak-anak yang lain. Sebelum hujan turun, kata-kata Danae memastikan lagi apa yang Diana dan semua anggota keluarga dekat Blessing telah ketahui selama ini, setidaknya di dalam hati mereka. Selama siang dan malam yang panjang dari dua bulan pertama dari hidupnya, saat saraf-sarafnya masih terlalu sensitif bagi mereka untuk menyentuhnya, Tuhan saat itu sedang mendekap Danae di dada-Nya dan itulah bau cintanya yang Danae ingat dengan sangat baiknya.

Yesus Kristus tidak hanya menggendong Danae Blessing, tapi dia menggendong saudara dan saya. Kita cuma perlu sedikit sensitif untuk mencium bau Tuhan.

[Sumber: http://www.truthorfiction.com/rumors/s/smellofrain.htm%5D





Kiat Sukses bagi si Pemarah

4 07 2009

Dalam kehidupan sekarang ini, banyak orang yang hampir selalu tidak bisa menguasai dirinya. Sebentar sebentar marah. Lalu lintas macet, marah. Istri kurang cepat berdandan, marah. Sedikit saja ada yang tidak berkenan dihatinya, dia langsung naik emosinya.

Kalau setiap hari harus marah-marah, kita harus mengakui bahwa kita membutuhkan pengobatan untuk sakit marah-marah ini.

Marah-Marah Bisa Menjadi Kronis
Kita tentu semua setuju bahwa setiap orang boleh saja marah pada situasi yang tepat. Firman Tuhan katakan, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu ” (Ef 4:26).

Artinya, marah sih boleh boleh saja. Tapi jangan sampai kebablasan dan berkepanjangan. Apalagi kalau sudah tua. Hati-hati, nanti bisa terkena serangan jantung. Kan repot.

Kita semua tentu pernah melihat bagaimana seseorang merusak karirnya sendiri karena dia marah-marah kepada rekan-rekannya di kantor atau pada atasan dan klien-nya. Kita juga sering mendengar begitu banyak rumah tanggga yang bercerai karena masalah yang satu ini.

Sebetulnya mungkin mereka tidak ingin hal itu terjadi. Namun sifat pemarahnya sudah tidak terkontrol dan tinggal masalah waktu saja, emosi mereka meledak di tempat dan waktu yang tidak cocok dan berakibat fatal.

Marah marah adalah penyakit yang berbahaya dan akan menghancurkan sukses yang sedang kita bangun. Sukses di karir, sukses di bisnis, sukses di rumah tangga, semuanya bisa hancur hanya karena marah-marah yang tidak terkontrol ini.

Ada yang bilang kalau orang Manado suka marah-marah karena suka makanan yang pedas-pedas. He he he mungkin saja. Tapi sebetulnya dari suku dan latar belakang manapun ada saja mereka yang bersifat pemarah.

Puji Tuhan, Alkitab menyediakan obat yang manjur untuk mengobati sakit marah-marah yang kronis ini.

Obat Dari Surga Untuk Penyakit Marah-Marah
Dibawah ini ada beberapa ayat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Tentu saja seperti obat-obat yang lain, kita harus memakai obat ini secara regular, paling tidak tiga hari sekali. Khususnya kalau sedang kambuh berat, ada baiknya ayat-ayat ini dibaca. Kalau bisa di-print dan disimpan di saku untuk dibaca berulang-ulang. Lihat saja hasilnya, Tuhan Yesus pasti mengerjakan di dalam diri kita perubahan yang drastis.

Ams 14:29 – Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Ams 15:1 – Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Ams 15:18 – Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.

Ams 16:32 – Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Ams 18:1 – Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Ams 19:11 – Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Ams 19:19 – Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

Ams 21:19 – Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.

Ams 22:24,25 – Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimusendiri.

Ams 20:3 – Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Ams 29:8 – Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.

Ams 29:11 – Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Ams 29:22 – Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.

Peng 7:9 – Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Peng 10:4 Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahanbesar.

Penguasaan Diri dan Jalan Menuju Sukses
Apakah anda seorang pemarah? Jangan biarkan kebiasaan itu menghancurkan karir dan bisnis anda. Jangan kuatir, marah-marah bisa diobati. Latihannya ada di Gal 5:16-26. Ijinkan Tuhan Yesus mengubah anda dan membawa anda kepada Sukes.

[Sumber: ryokhun.blogspot.com/2009_02_01_archive.html]