Dear Grandma

25 09 2009

Dear Grandma – Author: Nicole Hansen

We sit, stand, crawl, climb,
eat, nap, and play.
We are learning to do new things,
each and every day.

omaWe’re very busy,
With a lot to explore;
But we thought we’d take a moment,
to explain why it’s you we adore.

When we come to visit,
it is easy to see;
The joy and excitement
that comes over us.

You read to us, sing to us
dance, play, or hold us.
You feed us and spoil us,
and never do you scold us.

You are always happy.
You are always fun.
When we need attention,
YOU are the one.

Grandma, you are so special
And you make US feel special too!
These are some of the reasons why
we want to say we love you!

Love,
Ruth, Lois, Mark





Adakah yang Akan Mendoakan Kita?

18 09 2009

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!”

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang …” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit.”

Dengan lembut si Malaikat berkata, “Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.”

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar mirip TV. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu.”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, “Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata- kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya, “Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat, “Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah.” Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00?”

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

“Bukankah itu Panti Asuhan?” kata si pengusaha pelan. “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.”

“Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.”

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.





Ada Maksud yang Tersembunyi

11 09 2009

Dibalik semua kejadian, ada maksud Yuhan yang tersembunyi … Carilah !
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas …- I Pet 1:7

Suatu hari Tuhan mengajak seseorang ke sebuah bukit yang penuh dengan batu-batuan besar. Kemudian Tuhan berkata,”Tugasmu sederhana, doronglah batu itu!” Batu itu terlihat besar, namun orang itu segera melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Tanpa banyak berbantah ia mencoba mendorong batu itu, namun batu itu tetap kokoh dan tidak bergerak sedikitpun juga.

Setahun, dua tahun dan sampai tahun yang kelima orang itu masih tetap setia mendorong batu itu. Ia sudah berusaha semaksimal mungkin, ia sudah memikirkan segala cara agar batu itu bisa bergerak, tapi batu itu terlalu besar baginya. Ia merasa gagal, karena sedikitpun batu itu tidak bergerak.

Ia heran, bagaimana caranya untuk menyelesaikan tugas sederhana yang Tuhan berikan itu. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk datang kepada Tuhan. Dalam keadaan bingung dan merasa gagal orang itu berkata,”Tuhan. …maafkan aku, aku belum dapat menggeser batu besar itu.” Tuhan tersenyum melihatnya, dan dengan bijaksana Tuhan menjawab orang itu,”Siapa yang menyuruhmu untuk menggeser batu yang besar itu? Aku hanya menyuruhmu untuk mendorongnya. ” Orang itu bertambah bingung, lalu bertanya lagi,”Apakah itu berarti Tuhan menyuruhku untuk melakukan hal yang sia-sia?” Kata Tuhan, “Coba lihat dirimu, kamu sudah jauh berbeda dari saat pertama datang ditempat ini. Otot-ototmu sekarang menjadi kuat, tanagamu bertambah dan staminamu menjadi luar biasa. Kamu telah belajar tentang arti ketaatan, kesabaran, dan ketekunan. Sekarang, mari akan Aku tunjukkan tugas yang sebenarnya yang telah Kusiapkan untukmu! “……

Sebagai seorang percaya, kita tidak selalu bisa memahami maksud Tuhan dalam hidup kita. Kadangkala Tuhan menempatkan kita dalam suatu keadaan yang seakan-akan kita tidak mampu mengerjakannya. Ada kalanya kita merasa gagal, frustasi dan tidak sanggup lagi melakukannya. Namun kita harus ingat bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan untuk kita, tetapi bukan segala sesuatu menyenangkan hati kita. Di balik semua penderitaan atau pergumulan yang kita hadapi Tuhan memiliki rencana yang indah, jauh melampaui apa yang kita pikiran saat ini.

Percayalah, bahwa ini adalah masa-masa persiapan yang harus kita lalui untuk sebuah tugas penting yang sedang Tuhan persiapkan bagi kita. Jadi, mengapa kita tidak memiliki cara pandang yang positif tentang hidup kita saat ini?

Bagaimana dengan diri kita, menghadapi keadaan yang serba sulit sekarang ini ? Mau nyalahin Tuhan dan bilang “Tuhan, aku nyerah dech” ??? atau tetap berjalan bersama dengan Tuhan dan percaya kepada-Nya ???? [Sumber: Renungan Harian Spirit]

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13b-14)

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:26-27)

Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:9b-10)

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9)