Arti Kehidupan

9 01 2010

Ada seorang Ayah dalam sebuah keluarga. Ia adalah seorang pekerja keras yang harus mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya serta istri dan ketiga anaknya. Ia menghabiskan malam sesudah pulang kantor dengan menghadiri kursus-kursus, untuk mengembangkan dirinya dengan harapan suatu hari nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih baik.

Bahkan hari Minggu, sang Ayah sangat susah meluangkan waktu untuk bisa makan bersama-sama keluarganya. Dia bekerja dan belajar sangat keras karena dia ingin menyediakan keluarganya apa pun yang bisa dibeli dengan uang.

Setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak punya cukup waktu dengan mereka, dia selalu beralasan bahwa semuanya ini dilakukan untuk mereka. Padahal seringkali juga, dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Suatu hari tibalah saatnya hasil ujian diumumkan. Dengan gembira, sang Ayah memberitahu keluarganya bahwa ia lulus, dengan prestasi gemilang pula. Segera sesudah itu, dia ditawarkan posisi yang baik sebagai Senior Supervisor dengan gaji yang menarik.

Seperti mimpi yang jadi kenyataan, sekarang sang Ayah mampu memberikan keluarganya kehidupan yang lebih mewah, seperti pakaian yang indah-indah, makanan-makanan enak dan juga liburan ke luar negeri.

Namun, keluarganya masih saja tidak bisa leluasa bertemu dengan sang Ayah. Dia terus bekerja keras, dengan harapan bisa dipromosikan ke jabatan Manager. Untuk membuat dirinya calon yang cocok dengan jabatan itu, dia harus mendaftarkan diri untuk kuliah di Universitas Terbuka. Lagi, setiap saat keluarganya mengeluh kalau sang Ayah tidak menghabiskan cukup waktu untuk mereka, dia mengatakan bahwa dia melakukan semua ini demi mereka.

Tetapi, seringkali di lubuk hatinya, dia sangat ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan keluarganya.

Kerja keras sang Ayah berhasik dan dia dipromosikan. Dengan penuh sukacita, dia memutuskan untuk mempekerjakan seorang pembantu untuk membebaskan istrinya dari tugas-tugas rutinnya. Dia juga merasa kalau flat dengan tiga kamar sudah tidak cukup besar lagi, akan sangat baik bila keluarganya bisa menikmati fasilitas dan kenyamanan sebuah kondominium.

Setelah merasakan upah jerih payah kerja kerasnya selama ini, sang Ayah memutuskan untuk belajar dan bekerja supaya bisa dipromosikan lagi. Keluarganya masih susah menemuinya. Apalagi, seringkali sang Ayah harus bertemu dan menemani tamu-tamunya di hari Minggu.

Lagi-lagi, setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak menghabiskan cukup waktu dengan mereka, dia mengingatkan bahwa semua ini dilakukan demi mereka. Namun, dia juga sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

Seperti yang diharapkan dan didoakannya, kerjas keras sang Ayah berhasil lagi dan dia memebeli sebuah kondominium yang indah menghadap pantai.

Pada malam pertama di rumah baru mereka, sang Ayah memberitahukan keluarganya bahwa dia telah memutuskan untuk tidak mau mengambil kursus-kursus dan mengejar promosi-promosi lagi. Sejak saat itu, dia ingin memberikan lebih banyak waktu lagi untuk keluarganya. Malam itu mereka semua tidur dengan bahagia.

Namun, sang Ayah tidak bangun lagi keesokan harinya…

“Apakah Anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja?”

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: