Selamat ulang tahun, Lois

31 03 2010

ruthloismarkLois,

Selamat ulang tahun

Happy birthday

Gelukkige verjaardag

生日快樂 (Sheng ri kuai le)

Joyeux anniversaire

जन्मदिन मुबारक हो (Janmadina mubārak ho)

Feliz cumpleaños

お誕生日おめでとうございます
(Otanjōbi omedetō gozaimasu)





Selamat ulang tahun, Ruth

17 03 2010

ruthloismarkRuth,

Selamat ulang tahun

Happy birthday

Gelukkige verjaardag

生日快樂 (Sheng ri kuai le)

Joyeux anniversaire

जन्मदिन मुबारक हो (Janmadina mubārak ho)

Feliz cumpleaños

お誕生日おめでとうございます
(Otanjōbi omedetō gozaimasu)





Rahasia Kebahagiaan

10 03 2010

Ada seorang anak perempuan yatim piatu yang tak punya keluarga dan tak ada yang mencitainya. Pada suatu hari, saat ia sedang berjalan-jalan di padang rumput sambil merasa sangat sedih dan kesepian, ia melihat seekor kupu-kupu kecil terperangkap dalam semak berduri. Semakin kuat kupu-kupu itu berjuang untuk membebaskan diri, semakin dalam duri menusuk tubuhnya yang rapuh. Dengan hati-hati anak yatim piatu itu melepaskan kupu-kupu itu dari perangkapnya.

Kupu-kupu itu tidak terbang, tapi berubah menjadi peri yang cantik.

Anak kecil itu menggosok matanya karena tak percaya.

“Untuk kebaikan hatimu,” peri baik itu berkata pada si anak “Aku akan mengabulkan permintaanmu.”

Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku ingin bahagia!”

Peri itu berkata, “Baiklah,” lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisik di telinganya.

Lalu peri baik itu menghilang.

Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab “Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil.”

Waktu wanita itu sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati.

“Katakanlah pada kami,” mereka memohon “Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu,”

Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, “Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku.”

[Sumber: Cerita Motivasi, http://motivation-live.blogspot.com/2008/08/rahasia-kebahagiaan.html%5D





Ikhlas

2 03 2010

Ini cerita tentang Alicia, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Alicia menemani ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran membayar, Alicia melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah,sehingga Alicia sangat ingin memilikinya.

Tapi dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya: “Mama, bolehkah Alicia memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi… ”

Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Alicia. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Alicia yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten.

“Oke … Alicia, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?” Alicia mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya. “Terimakasih, Mama”.

Alicia sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau.

Setiap malam sebelum tidur, ayah Alicia akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, ayahnya bertanya: “Alicia…, Alicia sayang ngga sama Papa?”
“Tentu dong… Papa pasti tahu kalau Alicia sayang Papa !”
“Kalau begitu, berikan kepada Papa kalung mutiaramu…”
“Yah…, jangan dong Papa ! Papa boleh ambil “si Ratu” boneka kuda dari nenek… ! Itu kesayanganku juga”
“Ya sudahlah sayang,… ngga apa-apa !”. Ayahnya mencium pipi Alicia sebelum keluar dari kamar.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, ayahnya bertanya lagi,
“Alicia…, Alicia sayang nggak sih, sama Papa?”
“Papa, Papa tahu bukan kalau Alicia sayang sekali pada Papa”.
“Kalau begitu, berikan pada Papa kalung mutiaramu.”
“Jangan Papa… Tapi kalau Papa mau, Papa boleh ambil boneka Barbie ini..” kata Alicia seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika sang ayah masuk kekamarnya, Alicia sedang duduk diatas tempat tidurnya. Ketika didekati, Alicia rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya.

“Ada apa Alicia, kenapa Alicia?” tanya sang ayah.
Tanpa berucap sepatah pun, Alicia membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya.
“Kalau Papa mau… ambillah kalung Alicia”
Ayahnya tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Alicia.

Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih… sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Alicia.

“Alicia… ini untuk Alicia. Sama bukan? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau” Ya…, ternyata ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Alicia.

Demikian pula halnya dengan ALLAH. Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Alicia: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan… baik itu berupa barang/harta ataupun orang yang kita kasihi.