Penemuan

29 05 2010

Dalam sejarah manusia, ada berbagai penemuan-penemuan penting yang mempengaruhi kehidupan manusia pada umumnya seperti:

  • penemuan penggunaan api
  • teknik pengolahan bahan-bahan nabati (menjadi makanan, obat, pakaian, kertas, dsb.)
  • teknik pembuatan rumah / gedung
  • penemuan cara-cara mengolah bahan tambang (emas, besi, minyak, dsb.)
  • penemuan listrik (termasuk penggunaannya untuk penerangan, dsb)
  • teknik perekaman suara dan gambar (foto, film, video)
  • penemuan mesiu (hingga menciptakan peluru dan roket)
  • penemuan alat-alat telekomunikasi (telepon, internet)
  • penciptaan komputer
  • dsb.

Hal-hal tersebut adalah penemuan-penemuan hebat yang telah memajukan peradaban manusia. Namun ada tiga penemuan yang menurut saya terpenting, yang menjadi dasar dari penemuan-penemuan berikutnya, yaitu:

  • Penemuan cara-cara pembuatan peralatan
  • Penemuan bahasa, terutama tulisan
  • Penemuan cara berhitung / matematika
  • Penemuan uang

Penemuan peralatan dimulai dari zaman batu, saat manusia mulai menggunakan benda-benda yang ada di alam sekitarnya sebagai alat bantu untuk pekerjaannya (seperti: kapak, pisau, dsb.). Peralatan tersebut kemudian semakin disempurnakan dan disesuaikan dengan berbagai kegunaan hingga manusia masuk zaman industri, bahkan dengan penggunaan berbagai jenis robot.

Bahasa adalah alat berkomunikasi antara diri kita sendiri dan orang lain dengan menggunakan suara dan simbol berupa kumpulan kata-kata. Bahasa adalah ungkapan pemikiran. Dan pikiran adalah penyebab utama dari segala sesuatu buat manusia. Tanpa bahasa, tidak ada penemuan lain yang bisa ada. Tanpa bahasa kita akan tidak lebih baik daripada binatang. Dan tanpa tulisan ilmu pengetahuan tidak dapat tersebar secara luas.

Matematika adalah bahasa ilmu dan perdagangan. Ini adalah salah satu cara utama kita memahami hukum alam dan membuka rahasia alam semesta. Sebagai contoh, melalui matematika manusia mampu untuk membuka rahasia tenaga listrik dan menggunakannya.

Meskipun uang adalah suatu penemuan yang merupakan kombinasi bahasa dan matematika, namun ini adalah penemuan yang istimewa, karena melalui penggunaan uang, sistem pertukaran universal, didapat berbagai sumber daya untuk menciptakan penemuan-penemuan lainnya.

Iklan




Tiga Hal

10 05 2010

3 hal yang membuat kita kuat:
• IMAN
• PENGHARAPAN
• KASIH

3 hal yang tidak akan dilupakan:
• CINTA
• KEJUJURAN
• PERSAHABATAN

3 hal yang tidak pernah kembali:
• WAKTU
• PERKATAAN
• KESEMPATAN

3 hal yang menghancurkan:
• KEMARAHAN
• KESOMBONGAN
• KESERAKAHAN

3 hal yang tidak boleh hilang:
• KASIH
• SUKA CITA
• DAMAI SEJAHTERA

3 hal yang membuat kita dewasa:
• KESABARAN
• KETULUSAN
• RASA SYUKUR

3 hal yang tidak pernah kekal:
• HARTA
• JABATAN
• CINTA MANUSIA

3 hal yang membuat kita berharga:
• KOMITMEN
• KERENDAHAN HATI
• KEJUJURAN





Cerita Pohon Apel dan Anak Laki-Laki

3 05 2010

Suatu ketika, adalah sebatang pohon apel besar. Seorang anak lelaki senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

apple_tree_and_boySuatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

*****

Ini adalah cerita setiap kita. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi sadarkah Anda bahwa seringkali begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita?