Mengapa Lalat Susah Dipukul?

19 07 2010

Sudah berapa kali anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Susah ‘kan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Setelah 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) memecahkannya rahasia itu. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

“Sekarang saya punya jawabannya,” ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otaknya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

“Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai,” ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman. Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

“Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya,” ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

[Sumber: http://unikseru.blogspot.com/2010/05/mengapa-lalat-susah-dipukul.html%5D





Pelangi… pelangi

19 06 2010

Ternyata pelangi ada beberapa jenis, sbb:

Classic Rainbows
Pelangi klasik terdiri dari enam warna: merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu, berbentuk busur (melengkung). Intensitas warna dipengaruhi berbagai kondisi atmosfer dan waktu (berapa lama sesudah hujan).

Circular Rainbows
Pelangi itu benar-benar terlihat seperti lingkaran sempurna (dengan radius tepat 42 derajat, menurut Descartes), meskipun melihat pelangi ini sulit karena biasanya terhalang oleh tanah.

Secondary Rainbows
Pelangi (primer) adakalanya disertai dengan pelangi sekunder (pelangi kedua) yang biasanya lebih tipis dan redup daripada pelangi primer. Pelangi sekunder terkenal dengan karakteristik tertentu: spektrum ditampilkan dalam urutan terbalik dari sebuah pelangi primer.

Fogbows
Fogbows (=busur kabut) lebih jarang terlihat daripada pelangi karena berbagai parameter tertentu yang harus sesuai agar fogbow dapat tercipta. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Juga, kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari yang dapat bersinar menembus kabut tebal di depan.

Fire Rainbows
Pelangi ini bukan terbuat dari api, nama yang benar untuk efek optik yang indah ini adalah “circumhorizontal arc”. Fenomena ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu yaitu awan cirrus, yang bertindak seperti prisma harus setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika mereka berada di ketinggian 58-68 derajat. Rainbow Fire tidak pernah terlihat di lokasi lebih dari 55 derajat utara atau selatan.

[Sumber: http://unikseru.blogspot.com/2010/05/beberapa-jenis-pelangi.html%5D





1 02 2010

Tadi malam Lois main-main dengan foto-fotonya; dan inilah beberapa hasilnya:





Pemilu 2009

9 04 2009

lambangpartaipemilu2009





Bahasa yg paling banyak dipakai di dunia

28 08 2008

Pengin tahu bahasa yg paling banyak dipakai di dunia, di bawah adalah urutan dari yg terkecil…

10. Perancis – total yg pemakai kurang lebih 129 juta orang
9. Bahasa Indonesia – total yg memakai kurang lebih 159 juta orang
8. Portugis– total yg memakai kurang lebih 191 juta orang
7. Bengali – total yg memaskai kurang lebih 211 juta orang
6. Arab – total yg memakai kurang lebih 246 juta orang
5. Rusia – total yg memakai kurang lebih 277 juta orang
4. Spanyol – total yg memakai kurang lebih392 juta orang
3. Hindi – total yg memakai kurang lebih 497 juta orang
2. Inggis – total yg memakai kurang lebih 508 juta orang
1. Mandarin – total yg memakai kurang lebih 1 miliar orang

[Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1039127%5D