Paskah dan Kelinci

4 04 2010

SinaulanSelain telur, ada simbol lain yang senantiasa ada di dalam masa Paskah. Simbol itu adalah kelinci. Kelinci adalah hewan yang sangat subur. Karena itu, kelinci dijadikan lambang kehidupan baru yang senantiasa berlimpah di musim semi.

Di dunia ini kelimpahan umumnya hanya diidentikkan dengan materi. Banyak orang Kristen yang mematok bahwa menjadi pengikut Kristus harus senantiasa berlimpah secara materi. Apakah benar menjadi pengikut Kristus harus senantiasa berlimpah dengan materi? Bagaimana jika seseorang setia mengikut Kristus, namun secara materi orang tersebut biasa-biasa saja? Apakah ia masih dapat disebut sebagai pengikut Kristus?

Mari kita renungkan apa yang dimaksud Rasul Paulus dengan “kelimpahan”? Kelimpahan di sini adalah soal kemurahan hati. Kemurahan hati yang senantiasa mengucap syukur atas apa pun yang terjadi. Kemurahan hati juga mengantar setiap anak Tuhan untuk berbagi segala sesuatu tanpa pamrih. Dalam kemurahan hati inilah terpancar kemuliaan Tuhan.

Kelinci Paskah mengingatkan kita bahwa di dalam Kristus kita beroleh kelimpahan. Kelimpahan yang tidak dapat diukur secara materi. Karena itu, jangan bimbang jika secara materi kita tidak berlimpah. Tetaplah percaya kepada Kristus. Sebab kelimpahan materi bukan sebuah tanda mutlak kita tinggal di dalam Kristus. Tanda yang nyata bahwa kita tinggal di dalam Kristus adalah ketika kita berkelimpahan di dalam kemurahan hati.

… Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu …. (2 Kor. 9:10)

[Sumber: Marion Marcel Marianto]





Kiat Sukses bagi si Pemarah

4 07 2009

Dalam kehidupan sekarang ini, banyak orang yang hampir selalu tidak bisa menguasai dirinya. Sebentar sebentar marah. Lalu lintas macet, marah. Istri kurang cepat berdandan, marah. Sedikit saja ada yang tidak berkenan dihatinya, dia langsung naik emosinya.

Kalau setiap hari harus marah-marah, kita harus mengakui bahwa kita membutuhkan pengobatan untuk sakit marah-marah ini.

Marah-Marah Bisa Menjadi Kronis
Kita tentu semua setuju bahwa setiap orang boleh saja marah pada situasi yang tepat. Firman Tuhan katakan, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu ” (Ef 4:26).

Artinya, marah sih boleh boleh saja. Tapi jangan sampai kebablasan dan berkepanjangan. Apalagi kalau sudah tua. Hati-hati, nanti bisa terkena serangan jantung. Kan repot.

Kita semua tentu pernah melihat bagaimana seseorang merusak karirnya sendiri karena dia marah-marah kepada rekan-rekannya di kantor atau pada atasan dan klien-nya. Kita juga sering mendengar begitu banyak rumah tanggga yang bercerai karena masalah yang satu ini.

Sebetulnya mungkin mereka tidak ingin hal itu terjadi. Namun sifat pemarahnya sudah tidak terkontrol dan tinggal masalah waktu saja, emosi mereka meledak di tempat dan waktu yang tidak cocok dan berakibat fatal.

Marah marah adalah penyakit yang berbahaya dan akan menghancurkan sukses yang sedang kita bangun. Sukses di karir, sukses di bisnis, sukses di rumah tangga, semuanya bisa hancur hanya karena marah-marah yang tidak terkontrol ini.

Ada yang bilang kalau orang Manado suka marah-marah karena suka makanan yang pedas-pedas. He he he mungkin saja. Tapi sebetulnya dari suku dan latar belakang manapun ada saja mereka yang bersifat pemarah.

Puji Tuhan, Alkitab menyediakan obat yang manjur untuk mengobati sakit marah-marah yang kronis ini.

Obat Dari Surga Untuk Penyakit Marah-Marah
Dibawah ini ada beberapa ayat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Tentu saja seperti obat-obat yang lain, kita harus memakai obat ini secara regular, paling tidak tiga hari sekali. Khususnya kalau sedang kambuh berat, ada baiknya ayat-ayat ini dibaca. Kalau bisa di-print dan disimpan di saku untuk dibaca berulang-ulang. Lihat saja hasilnya, Tuhan Yesus pasti mengerjakan di dalam diri kita perubahan yang drastis.

Ams 14:29 – Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Ams 15:1 – Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Ams 15:18 – Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.

Ams 16:32 – Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Ams 18:1 – Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Ams 19:11 – Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Ams 19:19 – Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

Ams 21:19 – Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.

Ams 22:24,25 – Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimusendiri.

Ams 20:3 – Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Ams 29:8 – Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.

Ams 29:11 – Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Ams 29:22 – Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.

Peng 7:9 – Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Peng 10:4 Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahanbesar.

Penguasaan Diri dan Jalan Menuju Sukses
Apakah anda seorang pemarah? Jangan biarkan kebiasaan itu menghancurkan karir dan bisnis anda. Jangan kuatir, marah-marah bisa diobati. Latihannya ada di Gal 5:16-26. Ijinkan Tuhan Yesus mengubah anda dan membawa anda kepada Sukes.

[Sumber: ryokhun.blogspot.com/2009_02_01_archive.html]





10 Hal Yang Tidak Bisa Dilakukan Tuhan

25 06 2009

1. Berhenti mencintaimu.
“Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Yeremiah 31:3.

2. Berhenti memikirkanmu.
“Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.” Mazmur 139:17-18

3. Meninggalkanmu.
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Ulangan 31:6

4. Membuatmu jadi pecundang.
“Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” 2 Korintus 2:14

5. Mengingat kesalahanmu.
“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Yesaya 43:25

6. Ingkar janji.
“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.” Mazmur 89:34

7. Diskriminatif.
“Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” Kisah Para Rasul 10:34-35

8. Berdosa.
“Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Yesaya 6:3

9. Tidak mampu.
“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!” Yeremia 32:17

10. Lelah.
“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.” Yesaya 40:28.





Tertawa, Senyum, Marah, dll

30 05 2009

TERTAWA
Sekali tertawa, pusing kepala hilang.
Dua kali tertawa, bencipun sirna.
Tiga kali tertawa, persoalan lari.
Empat kali tertawa, penyakit sembuh.
Lima kali tertawa, jadi awet muda.
Enam kali tertawa, hati penuh sukacita.
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!” Filipi 4:4

SENYUM
Sekali senyum, curiga hilang.
Dua kali senyum, jadi sahabat.
Tiga kali senyum, hati penuh damai.
Empat kali senyum, beban jadi ringan.
Lima kali senyum, rezeki datang.
Enam kali senyum, keluarga rukun.
“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran” Amsal 21:23

HATI
Hati yang gembira, adalah obat yang manjur.
Hati yang keras, menemui jalan buntu.
Hati yang lembut, mendatangkan sahabat.
Hati yang loba, menciptakan perangkap.
Hati yang bersih, menjauhkan masalah.
Hati yang licik, mendatangkan musuh.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” Amsal 4:23

MARAH
Sekali marah, Sukacita hilang.
Dua kali marah, Akal sehat terbang.
Tiga kali marah, Tekanan darah naik.
Empat kali marah, teman-teman pergi.
Lima kali marah, Jadi cepat tua.
Enam kali marah, Pintu dosa terbuka.
“Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” Yakobus 1:20

BANYAK
Dalam hidup ini…
Berdoalah yang banyak, agar hati tenang.
Taburlah yang banyak, agar menuai banyak.
Bertanyalah yang banyak, agar ilmu bertambah.
Bacalah yang banyak, agar jadi lebih bijak.
Lihatlah yang banyak, agar tambah pengalaman.
Dengarlah yang banyak, agar penuh pertimbangan.
Jalan-jalanlah yang banyak, agar tidak kuper.
Kerjalah yang banyak, agar tidak kekurangan.
Dan…banyaklah humor, agar sehat dan awet muda.
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” Galatia 6:7b

KURANGI & PERBANYAK
Dalam hidup ini…
Kurangi ucapan yang mendendam, perbanyak ucapan yang mengasihi.
Kurangi kata-kata yang mengejek, perbanyak kata-kata yang menghargai.
Kurangi kata-kata yang melemahkan, perbanyak kata-kata yang mendorong.
Kurangi perkataan yang menolak, perbanyak perkataan yang memperhatikan.
Kurangi kata-kata kritik, perbanyak perkataan yang membangun.
Kurangi kata-kata yang sia-sia, perbanyak kata-kata yang mendatangkan inspirasi.
Kurangi kata-kata yang kasar, perbanyak kata-kata yang lemah lembut.
“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar.” Kolose 4:6





Ketika Miss California Memilih

22 04 2009

Miss North Carolina Kristen Dalton sudah dinobatkan sebagai Miss USA 2009 dan akan mewakili AS dalam perhelatan ajang Miss Universe 2009. Namun, pertanyaan yang diajukan blogger seleb Perez Hilton terhadap Miss California Carrie Prejean menjadi berita utama.

Pada malam final 19 April 2009, juri Perez Hilton yang gay bertanya ke Carrie, “Vermont baru-baru ini melegalisasi perkawinan sesama jenis. Apakah Anda pikir setiap negara bagian harus mengikuti keputusan itu? Jika ya, mengapa, dan jika tidak mengapa?”

“Kita tinggal di negeri yang membolehkan Anda memilih perkawinan sejenis atau tidak,” jawab Carrie dalam acara tersebut. “Tapi keyakinan saya adalah pernikahan haruslah antara lelaki dan perempuan,” lanjut dia. “Saya tidak bermaksud menyerang siapapun, tapi saya dibesarkan dengan keyakinan itu.”

Pernyataan itu menghasilkan tepuk tangan meriah sekaligus cercaan dari penonton (sebagian undangan acara ini adalah dari kalangan selebriti yang pro gay). Usai pertunjukan, Carrie Prejean mengatakan: “Saya tak mungkin berkata lain. Saya mengatakan apa yang saya rasakan. Saya memberikan pendapat yang menurut saya benar. Dan itulah yang saya lakukan.”

Perez Hilton mengatakan dia sangat terkejut dengan jawaban Carrie yang menurutnya tidak mengindahkan jutaan warga gay dan lesbian Amerika, keluarga mereka dan pendukung mereka. “Dia kalah karena jawabannya itu. Sebelum pernyataan itu, dia adalah kandidat juara,” kata Perez kepada ABC News. “Seharusnya dia tidak membawa-bawa politik dan agamanya karena Miss USA mewakili seluruh Amerika.”

Keith Lewis, Co-Executive Director dari Miss California USA dan Miss California Teen USA dalam sebuah pernyataan tertulis mengkritik komentar Carrie Prejean. “Sebagai penyelenggara Miss California USA, secara pribadi saya sedih dan terkejut mendengar pendapat Miss California tersebut,” katanya seperti dikutip BBC.

Isu pernikahan sesama jenis hingga kini masih menjadi kontroversi di kancah politik Amerika. Empat negara bagian Amerika saat ini sudah mengizinkan pernikahan sejenis. Namun banyak negara bagian lain mengeluarkan undang-undang yang menentang pernikahan sejenis.

Carrie Prejean (yang menjadi juara kedua) mengatakan dia tetap pada pendapatnya bahwa pernikahan sesama jenis adalah salah, walaupun pernyataannya itu menyebabkannya kehilangan mahkota Miss USA 2009. “Saya tidak akan menarik pernyataan saya,” kata Carrie, sambil menambahkan bahwa dia “berbicara dari hati saya, keyakinan saya dan untuk Tuhan saya.” “Bagi saya, yang penting bukanlah bagaimana benar secara politis ,” katanya, “tapi bagaimana benar menurut alkitab.”

Berita ini mengingatkan kita pada Nikodemus. Nikodemus cukup berani menentang arus. Selagi teman-temannya sesama Farisi mati-matian mencari masalah yang dapat didakwakan kepada Yesus, Nikodemus malahan membela Yesus. Memang sejarah mencatat pada akhirnya Nikodemus akan dikucilkan dan menjadi miskin karena imannya itu. Tetapi keberaniannya itulah yang dapat menjadi teladan bagi kita.

Banyak orang mencari “aman” dan bukan “amin” atas janji-janji Tuhan ­- artinya asal posisinya aman. Berarti ia membiarkan saja walaupun terjadi ketidakadilan. Tetapi sebagai pengikut Allah yang benar, kita harus berani menyatakan kebenaran walaupun risiko yang akan ditanggung cukup besar, bahkan nyawa taruhannya.

Perbuatan yang penuh risiko ini pernah dilakukan oleh Rahab. Walaupun kotanya diintai oleh musuh, dengan berani ia malahan menyembunyikan pengintai itu di rumahnya. Kalau ketahuan, ia bisa dikeroyok orang sekota. Tetapi ia tidak takut dengan risiko itu. Tuhan menghargai pengorbanannya sehingga Alkitab mencatat, “Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho” (Yos. 6:25). Karena keberaniannya itulah ia mendapatkan “penghargaan” sebagai salah satu nenek moyang yang melahirkan Yesus secara daging.

Saudara, kita perlu bersikap berani dalam hal membela kebenaran. Bersikap, berbicara, berpikir, dan bertindak berani melakukan kebenaran adalah modal utama kita untuk memuliakan Bapa di surga. Alkitab menyebut kita dengan rajawali, bukannya anak ayam, sebab rajawali adalah raja burung yang ditakuti di angkasa. Keperkasaannya menjadi legenda dan cerita yang tak henti-hentinya disampaikan manusia. Kalau kita masih bersikap pengecut, bagaimana mungkin kita disebut dengan rajawali? Tidak ada rajawali yang bertindak pengecut.

Sekarang, beranikah kita menentang arus untuk membela kebenaran? Marilah kita tegakkan kebenaran di antara dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini. Kebenaran tidak akan menjadi kebenaran bila tidak ditunjukkan.