April Mop

1 04 2010

April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari.

April Mop yang terkenal

  • Penguin Terbang: Tahun 2008 BBC menyiarkan video tentang penemuan spesies baru penguin yang bisa terbang. Video yang dibuat dengan sangat baik hingga mengecoh banyak orang tersebut, dapat dilihat di : http://www.youtube.com/watch?v=9dfWzp7rYR4
  • Albama Mengubah Nilai Pi: Newsletter New Mexicans pada April 1998 memuat artikel yang ditulis oleh seorang ahli fisika Mark Boslough yang menyebutkan bahwa Undang-Undang Alabama telah mengubah nilai dari konstanta pi dari 22/7 dibulatkan ke angka 3.0. Pernyataan ini sebelumnya pernah muncul pada cerita berita novel fiksi ilmiah tahun 1961, Stranger in a Strange Land oleh Robert A. Heinlein.
  • Pohon Spaghetti: Program televisi BBC, Panorama membuat sebuah lelucon terkenal pada tahun 1957, yang menampilkan orang-orang Swiss memanen spaghetti dari pohon. Banyak orang yang menghubungi BBC untuk mengetahui cara menanam pohon spaghetti sendiri. Hal ini pernah difilmkan dalam St. Albans.

Efek samping April Mop
Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April.

  • Pada 1 April 1946, tsunami gempa Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan “Tsunami April Mop“, karena banyaknya orang yang mati akibat tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.
  • Peluncuran Gmail pada April 2004 oleh Google juga awalnya dianggap lelucon, karena Google memang terkenal sering memasang lelucon April Mop pada situs mereka.
Iklan




Hadiah Buat Mama

2 11 2009

Empat orang pria bersaudara meninggalkan rumah mereka untuk kuliah, dan mereka menjadi dokter dan pengacara yang sukses dan kaya raya.

Beberapa tahun kemudian mereka ngobrol setelah makan malam bersama. Mereka membicarakan hadiah-hadiah yang mereka mampu berikan kepada ibunda mereka yang sudah tua dan tinggal di kota lain yang jauh.

Anak sulung berkata, “Saya telah membangun rumah besar buat Mama.”

Anak kedua berkata, “Saya sudah membangun home theatre seharga $ 100 ribu di dalam rumah itu.”

Anak ketiga berkata, “Saya sudah membelikan sebuah sedan Mercedes SL 600 untuk Mama.”

Anak keempat berkata, “Kalian tahu betapa mama suka membaca Alkitab dan kalian tahu bahwa dia tidak dapat membaca lagi karena pandangannya yang sudah kabur. Saya bertemu dengan seorang pengkhotbah yang menceritakan kepada saya tentang seekor burung beo yang dapat mengutip seluruh isi Alkitab. Hal ini memerlukan dua puluh pendeta untuk melatih burung itu selama 12 tahun. Saya sudah berkomitmen untuk menyumbang $ 100 ribu ke gereja itu selama dua puluh tahun, dan saya rasa hal itu merupakan harga yang pantas. Mama hanya perlu menyebutkan pasal dan ayatnya saja, maka burung itu akan mengucapkan firman Tuhan yang dimaksud.”

Saudara-saudara yang lain begitu terkesan.

Setelah hari liburan Mama mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada mereka semua.

Ia menulis: “Milton, rumah yang kamu bangun itu demikian besar. Mama hanya perlu satu kamar, tetapi Mama harus membersihkan seluruh rumah. Meskipun demikian, terima kasih.”

“Marvin, Mama terlalu tua untuk bepergian dengan sedan itu. Mama lebih suka tinggal di rumah. Mama biasa menyuruh petugas supermarket mengirimkan bahan-bahan makanan yang diperlukan ke rumah, sehingga Mama tidak pernah menggunakan sedan mahal itu. Kepedulianmu bagus, terima kasih.”

“Michael, kamu memberi Mama sebuah teater yang mahal dengan Suara Dolby, yang dapat menampung lima puluh orang, tetapi semua sahabat Mama sudah pada mati. Mama sudah kehilangan pendengaran dan Mama hampir buta. Mama tidak pernah memakai teater itu. Terima kasih atas perhatianmu.”

“Melvin tersayang, kamu adalah satu-satunya anak yang sangat penuh pertimbangan dalam memberikan hadiah. Ayam itu lezat sekali, sudah Mama makan. Terima kasih ya.”

Luv Ya, Mama





Diam Bersama Tuhan

20 10 2009

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Konon, segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah. Hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.

Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.

Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, “Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun.” Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.

Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib. Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun.

Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.

Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh. Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.

Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal. Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak ber bicara. Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, “Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!” dengan amat bersyukur ia lalu pergi. Diatas kayu salib, “Yesus” ingin sekali memberitahunya, bahwa uang itu bukan miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara.

Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.

Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib “Yesus” akhirnya angkat bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun
bergegas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.

Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, “TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana.” Penjaga itu berkata, “Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?”

“Kamu itu tahu apa?”, kata Yesus. “Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung itu dimaksudkan untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut.”

Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan…

Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.

Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersukacita.





Fax dari Tuhan

30 07 2009

Untuk: KAU
Tanggal: HARI INI
Dari: TUHAN
Perihal: KAU SENDIRI
Referensi: HIDUP

Ini Tuhan.

Hari ini Saya akan menangani semua masalahmu.

Saya tidak perlu bantuan.

Jadi selamat menikmati hari-mu.

Aku mengasihimu.

P.S. Ingatlah…
Kalau hidupmu seringkali terasa sulit, jangan coba mengatasinya sendiri! Serahkan pada Tuhan. Saya akan segera menanganinya. Semua akan diselesaikan tepat pada waktunya, waktuKu, bukan waktumu.

Bila sudah kau serahkan padaKu, jangan lagi merisaukannya. Bersyukurlah atas segala berkat yang kau terima.

Kalau kau stress karena kemacetan lalu lintas, ingatlah mereka yang bahkan naik mobil umum pun merupakan suatu kemewahan.

Kalau kau kesal dengan pekerjaanmu di kantor, ingatlah mereka yang di PHK atau bertahun-tahun menganggur.

Kalau hubungan kasihmu memburuk, ingatlah mereka yang tidak pernah mencintai dan dicintai di dunia ini.

Kalau kau letih di akhir minggu, ingatlah mereka yang harus kerja 20 jam sehari, 7 hari seminggu untuk mendapatkan sesuap nasi.

Kalau kau kesal karena mobilmu rusak, ingatlah para penyandang cacat yang ingin sekali dapat berjalan sepertimu.

Kalau kau sedih karena mulai beruban, ingatlah penderita kanker yang di-chemo yang ingin mempunyai rambut sepertimu.

Kalau kau bingung akan arti hidupmu, berterima-kasihlah karena masih diberi nafas kehidupan.

Kalau kau menjadi korban iri hati, kesombongan, kejahatan orang lain, ingatlah ada yang lebih buruk; yaitu menjadi sumber kejahatan itu.

Kalau kau mau memberitakan kabar baik ini. Terima kasih. Kau telah ikut menyelamatkan mereka melalui cara yang tak engkau ketahui.





Garuda Flight No. GA603

18 04 2009

Peristiwa ini terjadi di pesawat Garuda flight No. GA603 rute Manado-Makassar-Jakarta.
Ada 1 penumpang… orang Manado yg baru pertama kali naik pesawat, duduk di seat 20A (economy class) udah agak di belakang. Dia naik dari Manado dan tidak ada masalah. Pada saat transit di Makassar, dia turun dari pesawat melalui pintu depan sehingga melewati kompartmen kelas Bisnis. Mungkin dia perhatikan perbedaan kelas bisnis dan ekonomi dari ukuran besarnya kursi. Nah pada saat boarding lagi dari Makassar, si Alo (nama orang Manado itu) naik ke pesawat, duduk di seat no.1F (bussines class paling depan lagi….).

Kemudian ada seorang Cabin Crew menghampirinya:
Cabin Crew: “Selamat Sore Pak.”
Oom Alo: “Selamat Sore Nona …..”
Cabin Crew: “Mohon Maaf pak, bisa lihat Boarding Passnya ?”
Oom Alo: “Oh… kita nen tau apa itu koa. Ngana minta apa ??”
Cabin Crew: “Maaf pak, saya mau lihat potongan pass naik, berupa kertas. Mungkin ada di tiket yang bapak pegang.”
Oom Alo: “Oh.. kalo teket ada nooo…. ngana mo lia ?? sabar ne…”

Alo ambil tiketnya di kantong celana, kemudian diberikan ke Cabin Crew.
Cabin Crew: “Oh Maaf pak, tempat bapak bukan disini, tapi di belakang, tepatnya no 20A, di kelas ekonomi. Mohon maaf pak, mari saya antar ke tempat duduk bapak.”
Oom Alo: “Nimau !!!!!! kita mo dudu disini…. kita suka dudu disini!!!”
Cabin Crew: “Maaf pak.. tapi bapak bayarnya untuk economy class, sementara yg disini buat yang bayar tiket bussines class.”
Oom Alo: “Itu ngana pe urusan…. bukan kita pe urusan noo…. yang kita tau…kita so bayar teket.. kong kita mau dudu di muka sini. Pigi sana …. bajauh jo ngana……! !!!!”

Si Cabin Crew tetap dengan ramahnya menjelaskan ke Om Menado, tetapi si Om tetap bakras alias ngotot gak mau pindah. Akhirnya karena penumpang sudah pada naik semua dan pintu pesawat akan ditutup namun si Alo tetap gak mau pindah, maka melaporlah si cabin crew ke PIC (Pilot in Command).

Si pilot yg kebetulan orang Ambon (fam-nya Tapillalu, klo tdk salah…) trus keluar untuk ketemu dgn Alo.
Pilot: “Oom… selamat sore om…. Apa kabar Oom ??”
Oom Alo: “Selamat sore…” (tapi tetap tidak tersenyum)
Pilot: “Oom dapa lia gagah skali doe, mau berangkat ke mana Oom??”
Oom Alo: “Jakarta. Ngana orang Manado ???”
Pilot: “Bukan Oom….. beta orang Ambon …. Tapi Oom … beta ada mau bilang …. kalo mau ke Jakarta musti dudu di belakang Oom.”
Oom Alo: “Oh ?? Begitu ka?? Kong dorang yg dudu di muka ini mau pigi mana?”
Pilot: “…Kalo yang di muka sini Oom… itu mau bale ulang ke Manado.”

Si Alo capat-capat berdiri trus pindah tempat sambil bicara ke Cabin Crew: “Kiapa ngoni nda kase tau dari tadi, klo yg di muka mau bale ke Manado? Kita rugi no.. klo su beli teket dari Manado mau pigi jakarta… maar dapa bale ulang ke Manado”.