Kiat Sukses bagi si Pemarah

4 07 2009

Dalam kehidupan sekarang ini, banyak orang yang hampir selalu tidak bisa menguasai dirinya. Sebentar sebentar marah. Lalu lintas macet, marah. Istri kurang cepat berdandan, marah. Sedikit saja ada yang tidak berkenan dihatinya, dia langsung naik emosinya.

Kalau setiap hari harus marah-marah, kita harus mengakui bahwa kita membutuhkan pengobatan untuk sakit marah-marah ini.

Marah-Marah Bisa Menjadi Kronis
Kita tentu semua setuju bahwa setiap orang boleh saja marah pada situasi yang tepat. Firman Tuhan katakan, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu ” (Ef 4:26).

Artinya, marah sih boleh boleh saja. Tapi jangan sampai kebablasan dan berkepanjangan. Apalagi kalau sudah tua. Hati-hati, nanti bisa terkena serangan jantung. Kan repot.

Kita semua tentu pernah melihat bagaimana seseorang merusak karirnya sendiri karena dia marah-marah kepada rekan-rekannya di kantor atau pada atasan dan klien-nya. Kita juga sering mendengar begitu banyak rumah tanggga yang bercerai karena masalah yang satu ini.

Sebetulnya mungkin mereka tidak ingin hal itu terjadi. Namun sifat pemarahnya sudah tidak terkontrol dan tinggal masalah waktu saja, emosi mereka meledak di tempat dan waktu yang tidak cocok dan berakibat fatal.

Marah marah adalah penyakit yang berbahaya dan akan menghancurkan sukses yang sedang kita bangun. Sukses di karir, sukses di bisnis, sukses di rumah tangga, semuanya bisa hancur hanya karena marah-marah yang tidak terkontrol ini.

Ada yang bilang kalau orang Manado suka marah-marah karena suka makanan yang pedas-pedas. He he he mungkin saja. Tapi sebetulnya dari suku dan latar belakang manapun ada saja mereka yang bersifat pemarah.

Puji Tuhan, Alkitab menyediakan obat yang manjur untuk mengobati sakit marah-marah yang kronis ini.

Obat Dari Surga Untuk Penyakit Marah-Marah
Dibawah ini ada beberapa ayat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Tentu saja seperti obat-obat yang lain, kita harus memakai obat ini secara regular, paling tidak tiga hari sekali. Khususnya kalau sedang kambuh berat, ada baiknya ayat-ayat ini dibaca. Kalau bisa di-print dan disimpan di saku untuk dibaca berulang-ulang. Lihat saja hasilnya, Tuhan Yesus pasti mengerjakan di dalam diri kita perubahan yang drastis.

Ams 14:29 – Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Ams 15:1 – Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Ams 15:18 – Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.

Ams 16:32 – Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Ams 18:1 – Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

Ams 19:11 – Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Ams 19:19 – Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

Ams 21:19 – Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.

Ams 22:24,25 – Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimusendiri.

Ams 20:3 – Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Ams 29:8 – Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.

Ams 29:11 – Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Ams 29:22 – Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.

Peng 7:9 – Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Peng 10:4 Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahanbesar.

Penguasaan Diri dan Jalan Menuju Sukses
Apakah anda seorang pemarah? Jangan biarkan kebiasaan itu menghancurkan karir dan bisnis anda. Jangan kuatir, marah-marah bisa diobati. Latihannya ada di Gal 5:16-26. Ijinkan Tuhan Yesus mengubah anda dan membawa anda kepada Sukes.

[Sumber: ryokhun.blogspot.com/2009_02_01_archive.html]





Tertawa, Senyum, Marah, dll

30 05 2009

TERTAWA
Sekali tertawa, pusing kepala hilang.
Dua kali tertawa, bencipun sirna.
Tiga kali tertawa, persoalan lari.
Empat kali tertawa, penyakit sembuh.
Lima kali tertawa, jadi awet muda.
Enam kali tertawa, hati penuh sukacita.
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!” Filipi 4:4

SENYUM
Sekali senyum, curiga hilang.
Dua kali senyum, jadi sahabat.
Tiga kali senyum, hati penuh damai.
Empat kali senyum, beban jadi ringan.
Lima kali senyum, rezeki datang.
Enam kali senyum, keluarga rukun.
“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran” Amsal 21:23

HATI
Hati yang gembira, adalah obat yang manjur.
Hati yang keras, menemui jalan buntu.
Hati yang lembut, mendatangkan sahabat.
Hati yang loba, menciptakan perangkap.
Hati yang bersih, menjauhkan masalah.
Hati yang licik, mendatangkan musuh.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” Amsal 4:23

MARAH
Sekali marah, Sukacita hilang.
Dua kali marah, Akal sehat terbang.
Tiga kali marah, Tekanan darah naik.
Empat kali marah, teman-teman pergi.
Lima kali marah, Jadi cepat tua.
Enam kali marah, Pintu dosa terbuka.
“Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” Yakobus 1:20

BANYAK
Dalam hidup ini…
Berdoalah yang banyak, agar hati tenang.
Taburlah yang banyak, agar menuai banyak.
Bertanyalah yang banyak, agar ilmu bertambah.
Bacalah yang banyak, agar jadi lebih bijak.
Lihatlah yang banyak, agar tambah pengalaman.
Dengarlah yang banyak, agar penuh pertimbangan.
Jalan-jalanlah yang banyak, agar tidak kuper.
Kerjalah yang banyak, agar tidak kekurangan.
Dan…banyaklah humor, agar sehat dan awet muda.
“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” Galatia 6:7b

KURANGI & PERBANYAK
Dalam hidup ini…
Kurangi ucapan yang mendendam, perbanyak ucapan yang mengasihi.
Kurangi kata-kata yang mengejek, perbanyak kata-kata yang menghargai.
Kurangi kata-kata yang melemahkan, perbanyak kata-kata yang mendorong.
Kurangi perkataan yang menolak, perbanyak perkataan yang memperhatikan.
Kurangi kata-kata kritik, perbanyak perkataan yang membangun.
Kurangi kata-kata yang sia-sia, perbanyak kata-kata yang mendatangkan inspirasi.
Kurangi kata-kata yang kasar, perbanyak kata-kata yang lemah lembut.
“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar.” Kolose 4:6