Tulisan Tertua dari Zaman Kerajaan Daud !

31 01 2009

Arkeolog Israel menemukan prasasti tertua yang ditulis dengan bahasa Ibrani. Tulisan empat baris pada potongan tembikar yang ditemukan dari Hirbet Qeifaya, bekas kota tua di selatan Jerusalem itu diperkirakan berusia 3000 tahun.

Potongan tembikar itu ditemukan satu lapisan tanah dengan arang pohon zaitun yang diperkirakan terkubur antara 1000-975 tahun sebelum Masehi berdasarkan pengukuran karbon-14. Hal tersebut menunjukkan tulisan itu berasal dari zaman Kerajaan Daud.

Tulisan yang ditemukan Juli lalu tersusun dari karakter proto-Canaanite yang merupakan awal alfabet Ibrani yang dipakai bangsa Israel. Karakter tersebut tidak hanya dipakai dalam bahasa Ibrani, namun dari hasil identifikasi dalam tulisan tersebut terdapat kata kerja yang hanya dipakai bahasa Ibrani.

Yossi Garfinkel yang memimpin evakuasi mengatakan, temuan tersebut bukti bahwa bangsa Israel telah memiliki budaya tulis berabad-abad sebelum Injil ditulis. Hal tersebut juga menunjukkan fakta baru seperti bukti bahwa sejumlah cerita-cerita dalam Injil berdasarkan literatur tertulis dan bukan dari cerita dari mulut ke mulut.

[Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/31/17203825/ditemukan.tulisan.tertua.dari.zaman.kerajaan.daud.%5D

Iklan




10 Bencana Alam Terbesar Sepanjang Sejarah di Nusantara

29 01 2009

Berikut ini 10 bencana alam terbesar (korban meninggal lebih 100 orang) yakni :

1. Tsunami 26 Desember 2004 di Aceh, Nias, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Korban lebih 200.000 orang (150.000 orang di Aceh dan Nias). Ketinggian tsunami mencapai 35 meter karena gempa tektonik 8.5 SR di Samudera Hindia.
2. Gunung Tambora meletus, tahun 1815. Korban 92.000 orang.
3. Tsunami Gunung Krakatau meletus, 26 Agustus 1883. Korban 36.417 orang.
4. Gempa tektonik 6.2 SR di Yogyakarta, 27 Mei 2006. Korban 6.234 orang.
5. Gunung Kelud, meletus 19 Mei 1919. Korban 5.115 orang.
6. Tsunami Ende, Flores-NTT, 12 Disember 1992. Korban 2100 orang.
7. Gempa bumi 6,5 SR Sulawesi Tengah, 4 Mei 2000. Korban 386 orang.
8. Tsunami pantai selatan Jawa (Pangandaran) 17 Juli 2006. Korban lebih 341 orang.
9. Tsunami Banyuwangi-Jawa Timur pada 3 Juni 1994. Korban 208 orang.
10.Tsunami Sumba-NTT, 19 Agustus 1977. Korban 189 orang.





Gubernur Jenderal VOC dan Nederlandsch Indie

19 08 2008

Banyak yang kadang keliru menganggap Jan Pieterszoon Coen adalah Gubernur Jenderal VOC yang pertama di Oost Indie. Memang ia yang mendirikan kota Batavia pada 30 Mei 1619, setelah mengalahkan pasukan Inggris yang bersekutu dengan kerajaan Banten pimpinan Pangeran Jayawikarta. Namun demikian Coen adalah gubernur Jenderal VOC yang ke-4 di Oost Indie. Bagi yang senang sejarah dan ingin cek silang data, di bawah ini adalah daftar nama-nama Gubernur Jenderal Belanda dalam masa periode VOC dan Nederlandsch Indie.

Gouverneurs-generaal VOC:
Benoemd door de Heeren XVII (diangkat oleh Heeren XVII):

1610-1614 Pieter Both
1614-1615 Gerard Reynst
1616-1619 Laurens Reaal
1619-1623 Jan Pieterszoon Coen
1623-1627 Pieter Carpentier
1627-1629 Jan Pieterszoon Coen
1629-1632 Jacques Specx
1632-1636 Hendrik Brouwer
1636-1645 Antonio van Diemen
1645-1650 Cornelis van der Lijn
1650-1653 Carel Reyniersz
1653-1678 Joan Maetsuycker
1678-1681 Rijcklof van Goens
1681-1684 Cornelis Speelman
1684-1691 Johannes Camphuys
1691-1704 Willem van Outhoorn
1704-1709 Joan van Hoorn
1709-1713 Abraham van Riebeeck
1713-1718 Christoffel van Swoll
1718-1725 Hendrick Zwaardecroon
1725-1729 Mattheus de Haan
1729-1731 Diederik Durven
1732-1735 Dirk van Cloon
1735-1737 Abraham Patras
1737-1741 Adriaan Valckenier
1741-1743 Johannes Thedens (waarnemend)
1743-1750 Gustaaf Willem Baron van Imhoff
1750-1761 Jacob Mossel
1761-1775 Petrus Albertus van der Parra
1775-1777 Jeremias van Riemsdijk
1777-1780 Reinier de Klerk
1780-1796 Willem Arnold Alting

Periode Nederlandsch Indie:

Benoemd door de Nederlandse overhead (Diangkat oleh pemerintah Belanda):

1796-1801 Pieter Gerardus van Overstraten
1801-1805 Johannes Siberg (in 1801 waarnemend)
1805-1808 Albertus Henricus Wiese
1808-1811 Herman Willem Daendels
1811 Jan Willem Janssens
1811 Lord Minto (gouverneur-generaal van Brits-Indië)
1811-1816 Thomas Stamford Raffles (luitenant-gouverneur)
1816 John Fendall (luitenant-gouverneur)
1816-1826 G.A.G.Ph. Baron van der Capellen
1826-1830 L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies (comm.-generaal)
1830-1833 J. Graaf van den Bosch (comm.generaal 1833-1834)
1833-1836 J.C. Baud (aanvankelijk waarnemend)
1836-1840 D.J. de Eerens
1840-1841 C.S.W. Graaf van Hogendorp (waarnemend)
1841-1844 P. Merkus (waarnemend tot 1843)
1844-1845 J.C. Reynst (waarnemend)
1845-1851 J.J. Rochussen
1851-1856 A.J. Duymaer van Twist
1856-1861 C.F. Pahud
1861 A. Prins (waarnemend)
1861-1866 L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele
1866 A. Prins (waarnemend)
1866-1872 P.Mijer
1872-1875 J. Loudon
1875-1881 J.W. van Lansberge
1881-1884 F. ’s Jacob
1884-1888 O. van Rees
1888-1893 C. Pijnacker Hordijk
1893-1899 C.H.A. van der Wijck
1899-1904 W. Rooseboom
1904-1909 J.B. van Heutsz
1909-1916 A.F.W. Idenburg
1916-1921 J.P. Graaf van Limburg Stirum
1921-1926 D. Fock
1926-1931 A.C.D. de Graeff
1931-1936 B.C. de Jonge
1936-1945 A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1942-1945 Japans gevangene – tawanan Jepang)
1942 en 1944-1948 H.J. van Mook (luitenant-gouverneur-generaal)
1948-1949 L.J.M. Beel (Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon)
1949 A.H.J. Lovink (Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon)

*waarnemend = pengganti sementara

[Sumber : Algemene informatie Nederlandsch-Indie/Informatie]





Bahtera Nuh

2 07 2008

ark01Bahtera (kapal) Nuh telah lama menjadi kontroversi di dunia arkeologi. Sejarah mencatat bahwa Nuh diperintahkan Tuhan untuk membuat sebuah bahtera karena Tuhan berniat menurunkan hujan maha lebat ke bumi. Alkitab mengisahkan bahwa Nuh mentaati perintah tersebut dan tepat pada waktu yang telah ditentukan Tuhan, maka turunlah hujan yang sangat lebat ke muka bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup yang ada. Nuh beserta keluarganya dan binatang-binatang yang diselamatkannya kemudian mengapung bersama bahtera tersebut. Alkitab kemudian menceritakan bahwa bahtera tersebut kandas di puncak gunung Ararat.

ark02Kisah yang bersumber dari Alkitab ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang hangat di kalangan sejarawan dan arkeolog. Ada pihak yang mendukung bahwa kisah tersebut adalah nyata, namun ada juga yang menganggapnya hanya sekedar dongeng dari Alkitab. Namun, perdebatan tersebut kini berakhir dengan telah ditemukannya bukti-bukti ilmiah berkaitan dengan kisah tersebut. Sisa-sisa bahtera tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang Kapten angkatan darat dari militer Turki. Ia menemukannya secara tidak sengaja pada waktu meneliti foto-foto wilayah pegunungan Ararat. Kemudian untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, diundanglah ahli-ahli arkeologi dari Amerika Serikat untuk meneliti keabsahannya.

Pada ekspedisi ilmiah yang kemudian dilakukan pada ketinggian 7000 kaki, sekitar 20 mil sebelah selatan puncak gunung Ararat, mereka menemukan sebuah kapal sepanjang kira-kira 500 kaki yang telah membatu. Pengukuran yang kemudian dilakukan pada obyek tersebut menghasilkan suatu kesimpulan yang mencengangkan, karena ukuran panjang, lebar dan tinggi penemuan arkelogi tersebut sama persis dengan ukuran bahtera Nuh seperti yang tercantum di Alkitab. Saat ini, lokasi penemuan bahtera tersebut telah menjadi obyek wisata yang dapat dikunjungi semua orang.